Dugem
Wednesday, June 11, 2008
Mama Lauren dan Ramalan 2008
Selasa, 13-11-2007 00:00:58 oleh: aloysius weha
Kanal: Opini (wikimu.com)
Ramalan selalu memiliki dua sisi: skeptis dan sugestif. Bagi yang skeptis, ramalan sering dicap omong kosong, mendahului kehendak Sang Pemilik Hidup, syirik, dan sebagainya. Tentu saja, ini sikap ini tidak keliru. Namun, bagi yang sugestif dan cenderung percaya, ramalan menjadi daya yang menggairahkan, menarik untuk didiskusikan. Mengapa? Karena setiap orang ingin tahu apa yang sesungguhnya akan terjadi pada diri dan dunia yang dihidupinya. Dalam konteks ini, Mama Lauren termasuk yang paling sering dijadikan rujukan berbagai media untuk meneropong dan menerawang situasi selama satu tahun ke depan.
Saya tidak sedang bicara tentang apa yang diramalkan Mama Lauren di tahun 2008 yang akan segera tiba. Saya sedang mencoba memahami dan merasa-rasakan dalam diri saya sendiri, mengapa dua sisi percaya dan tidak percaya selalu menaungi pikiran saya setiap ramalan yang dimunculkan oleh seorang juru ramal, cenayang, paranormal, atau apapun namanya.
Secara nalar dan dengan menggunakan ilmu statistika sederhana, setiap orang memiliki peluang untuk menjadi peramal.
"Tahun depan akan banyak artis cerai, orang terkenal meninggal, bencana hebat, kecelakaan ini itu, dan sebagainya." Begitu kata para peramal. Tanpa menjadi peramal pun, orang dengan mudahnya seharusnya bisa menyimpulkan fenomena umum yang selalu dijumpai setiap tahun di negeri ini. Maka, terhadap ramalan semacam ini saya cenderung menggunakan nalar dan akal sehat.
Namun saya juga cenderung percaya, ada beberapa orang yang dianugerahi kemampuan untuk menelisik dan meneropong kejadian-kejadian di masa datang. Namun akal sehat saya mengatakan, kemampuan seperti ini tetap tidak dapat menentukan secara eksak kapan suatu peristiwa akan terjadi karena itu tetap merupakan sebuah rahasia Ilahi. Apalagi yang menyangkut umur manusia, nasib manusia, dan sebagainya.
Yang bisa didekati dengan ilmu pengetahuan, seperti gunung meletus, banjir, tentu saja jauh lebih meyakinkan dibandingkan dengan ramalan-ramalan. Gempa, sejauh ini belum bisa diprediksi. Kecelakaan, juga tak bisa diramalkan namun bisa dicegah.
Dari sini, saya sebenarnya hanya mau memberi ruang pada dimensi nonfisik atau non-ilmiah pada setiap fenomena yang saya lihat. Hanya supaya saya menjadi lebih waspada dan hati-hati, bahwa nalar dan akal saya memiliki keterbatasan, dan mungkin saya membutuhkan bantuan orang lain untuk menerjemahkan setiap hal yang akan terjadi pada diri dan dunia di sekeliling saya.
Maka, terhadap ramalan Mama Lauren misalnya, saya cenderung mengambil sikap kedua-duanya, skeptis sekaligus sugestif. Tidak menelan mentah-mentah, tetapi juga tidak menolaknya serta merta.
Bagaimana dengan Anda?
Pengen Jadi Aktor/aktris?
Oleh: Yan Arso Taufiq
Kanal: Gaya Hidup
Pengen Jadi Aktor/aktris? (wikimu.com)
PH (production house) di Jakarta yang top banget sih banyak, ada Multivision Plus di Roxy, ada Starvision di Cempaka Putih, ada Demi Gisela-nya Deddy Mizwar.. & masih banyak lagi.
Sayangnya, ngirimin foto-foto kita ke PH-PH atau pun agensi-agensi ngetop ga jaminan k'lo kita bakal cepet dapet peran karena ada proses seleksi dari casting managernya dan supaya dapet diterima jadi aktor itu gampang-gampang susah..
Gampangnya, kalo kita punya tampang indo alias blasteran, walaupun ga ada pengalaman akting, peluang untuk dapet peran lebih gede karena sekarang ini lagi trendnya nyari muka-muka indo buat film-film sinetron, karena muka seperti itu dinilai lebih disukai masyarakat dan lebih menjual..
Ada yang hoki karena nganterin temen atau pacarnya ke lokasi syuting.. Ada juga yang karena relasi dengan aktor kondang yang bagus lalu tiba-tiba diajak ikut maen film. Susahnya, k'lo muka kita pribumi, biarpun ganteng atau cantik, kebanyakan harus memulai dari nol, seperti jadi figuran dulu, lalu naik jadi extra tallent, lalu pemeran pembantu, lalu pemeran pembantu utama, dan yang terakhir jadi pemeran utama (itupun kalau hoki).
Ada satu cara yang saya nilai paling gampang, tapi ini saran aja lho, terserah mo ikutan cara ini atau ngga..
Kamu datang aja ke gedung perfilman di Pancoran, Jakarta. Disitulah para artis senior ngumpul & memberikan pelatihan-pelatihan buat mereka yang ingin terjun ke dunia entertainment. Ada PARVI (Persatuan Artis Video Indonesia), PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia), PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia), PAPINDO (Persatuan Artis Pariwara Indonesia), dan lain-lain.
Setau saya, dulu yang buka pelatihan itu PARSI yang dipimpin Pak Anwar Fuady & PAPINDO yang dipimpin Pak Fendi Sukowaty. Kalo yang laen saya kurang tau.., biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan di PARSI "dulu" mencapai Rp. 4 juta, tapi mereka berani memberikan jaminan bahwa setelah lulus kita pasti dapet peran minimal pemeran pembantu (itu dulu lho). Sedangkan PAPINDO menarik biaya sekitar 1 juta-an bagi para peserta diklatnya, sayangnya, mereka lebih berkonsentrasi pada iklan, yang jelas, dengan mengikuti PAPINDO, akan sangat banyak casting-casting iklan yang bisa kita ikuti karena PAPINDO memiliki channel yang bagus dengan agensi-agensi iklan yang sudah bernama, semuanya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing...
So, mo pilih yang mana itu terserah kamu ya, yang jelas, sekarang ini untuk bisa jadi aktor itu ada 2 syarat:
1. Hoki
2. Koneksi
K'lo ga punya, berarti kamu harus:
1. Punya pengalaman (trial & error), bermula dari peran figuran yang didapat dengan menjadi member di suatu agensi.
2. Cara cepet buat cowok: K'lo kamu cowok & berduit, bisa beli peran di PH-PH, istilah mereka sih "uang rokok" atau "uang bikin dialog" buat peran kita (jangan tanya saya belinya di mana, ga bakal saya kasih tau) atau ikut diklat atau pelatihan di gedung perfilman (tinggal survei kamu mau masuk ke mana, k'lo sudah mantap baru deh kamu join deh ke salah satu persatuan artis di situ). Yang jelas, sekarang ini semuanya butuh biaya Boz.
3. Cara cepet buat cewek: K'lo cewek, ini ni yang paling ngeri, ada PH yang nawarin asal tu cewek mau ngelayanin sutradaranya atau astradanya, minimal bakal dapet pemeran pembantu. Well, itu sepengetahuan saya ja, moga-moga bisa berguna & dapet jadi masukan berarti buat kamu.
K'lo ada salah-salah kata atau penjelasan-penjelasan yang kurang bener ane minta ma'af ok Boz. Good luck and keep tryin' ^_^
sumber foto : www.an.tv
Sunday, June 01, 2008
MTV Award
Sunday June 1 10:18 PM ET
The "Transformers" have another chunk of metal to add to their collection.
The blockbuster about robots in disguise took home the golden popcorn trophy for best film at the MTV Movie Awards on Sunday night, and Johnny Depp won two buckets for best comedic performance and best villain.
Accepting the best film award with director Michael Bay, "Transformers" co-star Megan Fox trotted out some R-rated language to describe how good the film's sequel is going to be. Bay said the film would begin shooting the following day and take place two years after the first film.
And Rainn Wilson who presented best kiss wearing nothing but a teddy bear told The Associated Press on the gold carpet that he would play a college professor in "Transformers 2." ADVERTISEMENT
"I just love the idea of me being in giant Michael Bay movie," Wilson said.
A couple of hundred yards downhill, the final remnants of a disastrous fire that ripped through Universal Studios was extinguished as the ceremony got under way.
While there was no mention of the fire, there was definitely smoke during the over-the-top ceremony: Presenters Seth Rogen and James Franco, stars of the upcoming stoner comedy "Pineapple Express," pretended to smoke marijuana before handing out the popcorn trophy for new category of best summer movie so far.
"Kids, don't really smoke fake weed like this," Rogen sarcastically told the crowd at the Gibson Amphitheatre.
As they pulled out the "contraband," the cameras pulled away to a wide angle, staying that way until Rogen and Franco left the stage. The awkward moment made some in the audience laugh, but left Robert Downey Jr. who accepted the award on behalf of "Iron Man" with a puzzled look.
"Thanks fellas," he said, "for that intoxicating introduction."
Franco later told the AP backstage that MTV put them up to the joke, but that someone from the network decided at the last minute that they couldn't go through with it. By then, it was too late to pull back.
"MTV wrote it! ... Then backstage there was this big commotion: 'You guys can't say that,'" Franco said. "It says right in the script: 'Lights fake joint.'"
The nearby studio fire broke out 4:30 a.m. on a soundstage featuring a New York brownstone facades at the 400-acre property. It was contained to the lot but burned for more than 12 hours before the final flames were extinguished.
"I actually came here early because I wanted to see it," Chris Brown said before the show. What did he see? "A whole lot of chaos."
Winners were threatened to keep their speeches short by a man resembling Javier Bardem's character from "No Country for Old Men" complete with the bob hairdo and pneumatic cattle gun. Best female performance winner Ellen Page from "Juno" escaped unscathed, but best fight winners Sean Faris and Cam Gigandet were ushered off stage by the menacing lookalike.
Host Mike Myers and Dana Carvey resurrected their "Saturday Night Live" characters Wayne Campbell and Garth Algar, the cable access hosts of "Wayne's World." They acknowledged it's been awhile since they've been together ("1994. That's a while," said Wayne) and presented a risque top ten list of adult film titles (No. 8: "I Am Legend ... In Bed"; and No. 1 "Iron Man").
The mood backstage was calm as stars schmoozed during the show. Cruise posed for photos with his arm around Ben Stiller while wife Katie Holmes stood a few steps away. She wasn't by herself for long: Sarah Jessica Parker chatted Holmes up, and Sandler and Smith both had their children with them behind the scenes.
Depp showed up to accept his trophies for best comedic performance for "Pirates of the Caribbean: At World's End" and best villain for "Sweeney Todd." While the crowd was visibly excited including a nearly swooning Diablo Cody "Superbad" actors Jonah Hill and Rogen shot shook their fists at Depp and give him the thumbs down.
Depp kept his first acceptance speech short.
"You can ask anybody," he said quietly. "I'm not a very funny person. I'm not even remotely funny."
Tom Cruise presented Adam Sandler with the Generation Award, the MTV Movie Awards' highest honor, for his various comedic and "stupid" performances over the years. Sandler sang a live version of "Nobody Does It Better" alongside a bevy of backup dancers clad in skintight gold outfits. Among them: Rob Schneider.
Sandler, who took a guitar solo on his gold Les Paul, changed the lyrics to "baby, I'm the best."
"That was probably the most arrogant thing I've ever done," Sandler said, moments after Cruise got on his knees to hand over the golden popcorn.
Coldplay performed "Viva la Vida" amid a flurry of confetti, which at one point found its way in lead singer Chris Martin's mouth. Later, the Pussycat Dolls danced in front of a giant lit-up sign broadcasting the group's name alongside "America's Best Dance Crew" winners JabbaWockeeZ to "When I Grow Up."
Other winners during the ceremony included Will Smith for best male performance for "I Am Legend"; Zac Efron for best breakthrough performance for "Hairspray"; and Briana Evigan and Robert Hoffman for best kiss in "Step Up 2: The Streets."
___
AP Entertainment Writer Ryan Pearson contributed to this report.
___
On the Net:
http://www.mtv.com/
